Kepala
Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat dari Jawa Timur, Bali dan
Kalimantan Timur menghadiri acara sosialisasi Seleksi Nasional Masuk
Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013. Sosialisasi SNMPTN dilaksanakan
di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya (UB) pada Selasa (18/12).
Ratusan kepala sekolah menerima penjelasan langsung dari Rektor UB Prof Dr Ir Yogi sugito dan tim dari UB terkait SNMPTN 2013. Pada tahun 2013 seleksi dari jalur yang sebelumnya biasa disebut jalur undangan mencapai 50 persen. Sisanya diseleksi melalui jalur tulis. Dari 50 persen jalur ujian tulis, sebanyak 30 persen dilaksanakan melalui seleksi bersama, sedangkan 20 persen melalui jalur mandiri.
Setiap kepala sekolah sebaiknya dapat memberikan informasi dan strategi yang jelas kepada siswanya agar dapat lolos seleksi, baik melalui ujian tulis maupun non tulis. Pada umumnya siswa hanya memikirkan gengsi terhadap program studi tertentu tanpa melihat prospek, persaingan maupun kemampuan dirinya. Padahal belum tentu program studi yang pada umumnya dianggap tidak bergengsi tidak memiliki prospek yang bagus.
"Kepala Sekolah sebaiknya dapat memberi pengertian dan informasi yang jelas kepada siswa, meskipun dapat dikatakan sulit. Sebagai contoh pada umumnya siswa menganggap program studi dari agrokomplek kurang bergengsi, sehingga banyak siswa yang kurang berminat. Padahal di masa mendatang program studi tersebut memiliki prospek yang bagus, karena negara yang kuat dalam agrokompleknyalah yang akan diperhitungkan oleh bangsa lain," ungkap Yogi.
Selain itu sekolah sebaiknya memberikan data siswa dengan benar dan jujur. Karena tidak sedikit data yang diberikan ke universitas tidak sesuai. Ketika dilakukan proses verifikasi diketahui tidak sesuai, maka siswa dan sekolah yang bersangkutan akan menerima sanksi. Saat ini sebanyak 48 sekolah telah masuk daftar hitam UB yang terkena sanksi karena memberikan data yang tidak sesuai. [ponda]
sumber: PRASETYA ONLINE
Ratusan kepala sekolah menerima penjelasan langsung dari Rektor UB Prof Dr Ir Yogi sugito dan tim dari UB terkait SNMPTN 2013. Pada tahun 2013 seleksi dari jalur yang sebelumnya biasa disebut jalur undangan mencapai 50 persen. Sisanya diseleksi melalui jalur tulis. Dari 50 persen jalur ujian tulis, sebanyak 30 persen dilaksanakan melalui seleksi bersama, sedangkan 20 persen melalui jalur mandiri.
Setiap kepala sekolah sebaiknya dapat memberikan informasi dan strategi yang jelas kepada siswanya agar dapat lolos seleksi, baik melalui ujian tulis maupun non tulis. Pada umumnya siswa hanya memikirkan gengsi terhadap program studi tertentu tanpa melihat prospek, persaingan maupun kemampuan dirinya. Padahal belum tentu program studi yang pada umumnya dianggap tidak bergengsi tidak memiliki prospek yang bagus.
"Kepala Sekolah sebaiknya dapat memberi pengertian dan informasi yang jelas kepada siswa, meskipun dapat dikatakan sulit. Sebagai contoh pada umumnya siswa menganggap program studi dari agrokomplek kurang bergengsi, sehingga banyak siswa yang kurang berminat. Padahal di masa mendatang program studi tersebut memiliki prospek yang bagus, karena negara yang kuat dalam agrokompleknyalah yang akan diperhitungkan oleh bangsa lain," ungkap Yogi.
Selain itu sekolah sebaiknya memberikan data siswa dengan benar dan jujur. Karena tidak sedikit data yang diberikan ke universitas tidak sesuai. Ketika dilakukan proses verifikasi diketahui tidak sesuai, maka siswa dan sekolah yang bersangkutan akan menerima sanksi. Saat ini sebanyak 48 sekolah telah masuk daftar hitam UB yang terkena sanksi karena memberikan data yang tidak sesuai. [ponda]
sumber: PRASETYA ONLINE
0 comments:
Post a Comment